Blog

TALKING POINTS

Trololo: THE viral campaign of Q1 2010?

This entry was posted in Ideas, Social Media, Trends and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Jika Anda aktif di Twitter, pasti sudah tidak asing lagi dengan Trololo. Mungkin malah jika saya sebut “trololo” Anda lantas akan tertawa dan langsung ramai membicarakannya dengan orang lain. Tapi, jika Anda belum aktif di Twitter, kemungkinan besar Anda akan bertanya-tanya, “Apa sih Trololo?”

Jawabannya: silakan klik tautan berikut ini, lihat situsnya, lalu kembalilah membaca blog post ini.

Nah, beberapa hari belakangan ini, para twitterer ramai membicarakan trololo. Diawali oleh @pinot yang menuliskan tweet mengajak menyanyi “trololololooooo bersama-sama”, dengan cepat virus trololo mulai menyebar. Para twitterer di Indonesia menyambar ajakan @pinot dengan cepat, dan saat ini trololo menjadi satu hal yang banyak dibicarakan di twittersphere di Indonesia.

Tidak hanya di Indonesia, di negara lain pun Trololo sedang ramai dibicarakan. Beberapa blog post muncul membicarakan hal ini, antara lain di NowPublic, dan KnowYourMeme. Publik pun mulai mencari tahu, siapa sebenarnya penyanyi old-school yang menyanyikan lagu Trololo dengan wajah sumringah sambil terus menerus tersenyum itu.

Ternyata, penyanyi lagu Trololo tersebut adalah Edward Anatolevich Hill, seorang penyanyi Rusia yang cukup ternama sejak akhir tahun 1960-an. Edward pernah dinobatkan sebagai Honored Artist of the USSR tahun 1968 dan People’s Artist of USSR tahun 1974. Lagu Trololo ini adalah sebuah lagu yang populer di era Soviet, dan video tersebut adalah video interpretasi humor dari Edward Hill. Sebelumnya, lagu tersebut dipopulerkan oleh Muslim Magomaev, seorang penyanyi Soviet-Azerbaijan, di sebuah film lawas berjudul Blue Spark.

Fenomena Trololo ini diawali pada bulan November 2009, ketika seorang pengguna di YouTube, RealPapaPit, mengunggah video berjudul “Я очень рад, ведь я, наконец, возвращаюсь домой” – I am very glad, because I’m finally back home. Entah bagaimana, video ini kemudian mengulang fenomena rick roll yang terjadi tahun 2008 lalu, dan sekarang menjadi sangat populer.

Google insight atas dua terms – Edward Hill dan trololo meningkat dengan sangat signifikan sejak bulan Februari 2010. Sekitar 3 hari yang lalu, sebuah akun Facebook Trololo dibuat, dengan jumlah fans yang sudah mencapai 8,880 orang. Selain akun tersebut, ada beberapa akun Facebook page lain yang dibuat untuk Trololo.

Jika Anda melakukan Twitter search saat ini, atas term “trololo”, maka akan muncul tweets-tweets baru secara cukup  konstan – sekitar 3 tweets baru setiap menit. Tidak hanya dalam bahasa Inggris atau Indonesia saja, tapi juga bahasa Spanyol!

Melihat fenomena Trololo ini, rasanya cukup pantas jika ia dinobatkan sebagai viral buzz terbaik di Q1 2010 ini. Bagaimana menurut Anda?

Share :
  • Digg
  • del.icio.us
  • Twitter
  • Facebook
  • LinkedIn
  • Technorati
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Google Bookmarks
  • Yahoo! Bookmarks
  • Live
  • email
  • PDF



12 Responses to Trololo: THE viral campaign of Q1 2010?

  1. hanny says:

    dan sudah ada twibbon buat #trolololo dengan @alderina sebagai #trolololo evangelist hihihihi :D

  2. Alderina says:

    Kalau di Indonesia, Duta Trolololo Indonesia adalah @pinot dan @bellamy yang getol banget bgomong trolololo selama beberapa hari ini :D @alderina hanya sebagai PR (kata kepala suku @pinot)

    Trololololololololo…

  3. Pingback: Strange tune: Unsknown 1960s Russian Singer makes it big among Indonesian onliners « Unspun

  4. eva says:

    Kenapa ya kira-kira bisa sengetop ini?

  5. Alderina says:

    Di Indonesia Duta Trolololo adalah @pinot dan @bellamy :p

    @alderina itu cuma turut menyebarkan saja :)

    Asik banget kan! Udah pasang twibbonnya Trolololo? *ngakak*

  6. fairyteeth says:

    menurutku gak selucu itu sih… tapi emang “lucu” :)

  7. Pitra says:

    kadang2 yang gak terduga seperti ini malah jadi viral. hihi, dimana2 nggak ada viral yang bisa direncanakan. kalau bisia direncanakan, ya berarti bukan viral :)

  8. Adrian says:

    Fenomena yang menarik sekali. Ikut urun rembug ya.

    Seandainya saja Edward Hill (ngomong2, ini nama yang aneh utk orang Rusia, bukan?) hidup di zaman sekarang, orang pasti akan menganggapnya sebagai fenomena posmo. Mungkin dia sedang bergaya ironi, mungkin dia sedang mencipta sesuatu yang “so bad it’s good”, dan seribu teori entah lainnya.

    Tapi bukankah dia dengan tulus berusaha menghibur audiens-nya di tahun 1960-an itu? Ternyata, katanya memang ada semacam gaya bernyanyi di Rusia sana yang disebut “vokaliz”: bernyanyi/bersenandung tanpa syair. Kalau yang disebut acapella itu artinya tanpa alat musik, maka yang tanpa syair ini ya vokaliz itu. Mirip “scatting” begitulah, ber-”syubidubidu” tanpa lirik.

    Kalau melihat gaya Muslim Magomaev, kita seperti melihat gaya penyanyi bar yang biasa, atau setidaknya gaya broadway-lah. Normal saja bukan, meskipun dia juga nyanyinya trolololo saja? Kenapa dia tidak menjadi fenomena? Karena aura uniknya Hill.

    Edward Hill ini -entah kenapa, harus tahu sejarahnya dulu- membuat penonton sekarang takjub karena auranya surreal sekaligus creepy. Tengoklah ekspresinya yang murah senyum, tetapi lurus kaku seperti papan. Matanya kadang jelalatan tidak fokus. Mungkin bisa dianggap sebagai manekin yang sedang bernyanyi, atau sedang mengenakan topeng Mission Impossible, tapi tidak pas di mukanya sehingga dia sendiri kesusahan. :P

    Belum lagi ada dua faktor penunjang ke-creepy-an. Pertama, kualitas videonya yang berbau 60-an membuat kita berjarak, seakan-akan ada suara dari masa lalu. Ini sebetulnya hal biasa. Tapi tunggu dulu. Kedua, latar studionya yang minimalis dengan dekorasi antah berantah. Ini juga sebetulnya biasa saja, mungkin tidak beda jauh dengan studio TVRI jaman kereta uap. Namun, gabungkan kedua faktor penunjang ini dengan air muka Kamerad Hill (mukanya memang faktor utama), komplitlah sebuah sajian yang bernuansa “dari dunia lain”.

    Tentang mengapa Kamerad Hill berwajah seperti itu, lain soal. Yang jelas, meskipun Muslim Magomaev dan Edward Hill sama-sama bertrololo ria, Hill unik karena pesonanya yang “uncanny”: membuat orang takjub sekaligus ngeri, campur dengan perasaan tidak nyaman, campur lagi dengan perasaan lucu. Macam-macam. Dan jadilah dia fenomena.

  9. Hanny says:

    sebenernya lebih ke bizarre daripada funny sih ya?

  10. Pingback: siapa, apa, dimana trololo? trololololo? « hidup di kota ini, di zaman ini, bersama yoshi fe

  11. Natalia says:

    Uraian Adrian sangat menarik. Rupanya memang ada yang terseram-seram ya dengan videonya Edward. Entah besar atau sedikit pengaruhnya, saya punya latar belakang pengalaman menyanyi, dan kalau buat saya sendiri, videonya berkesan ‘mocking’ dan lucu. Dan waktu kantor kosong, sempat saya putar beberapa kali biar ramai dan menghibur diri. – basically cuma didengarkan saja, karena setelah buka linknya, tetap lanjut browsing/mengerjakan hal lain, haha..

  12. Nama yang dicantumkan, Edward Hill, terlalu “English” nampaknya. Kalau di laman Wikipedia-nya sih disebut sebagai Eduard Khil.

    Soal Internet Meme-nya, juga sedikit dicantumkan di tautan tersebut http://en.wikipedia.org/wiki/Eduard_Khil#Internet_meme

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>