Blog

TALKING POINTS

Tiga Hari Belajar Meneliti

This entry was posted in Ideas and tagged , . Bookmark the permalink.

Suatu hari, Head of Consultancy kami, Crivenica Alam (Riri), mengatakan hal yang membuat saya berpikir ulang. “Penelitian itu bukan sekadar pergi ke Internet search engine, kemudian mengetik sebuah keyword tertentu, ya…,” katanya. Kalimat yang dikatakan oleh Riri berkaitan dengan pekerjaan sehari-hari kami di bidang komunikasi.  Dalam perencanaan kegiatan komunikasi, penelitian menjadi salah satu tulang punggungnya.

Penelitian itu bisa saja sebatas pencarian fakta dan data mengenai sebuah perusahaan, produk, atau merek. Namun, seperti kata Riri, penelitian ternyata bukan sekadar pergi ke Internet search engine dan mengetikan sebuah kata kunci. Untuk mendapatkan data yang akurat ada beberapa proses yang harus dilakukan. Proses ini dikenal sebagai metode penelitian.

Menyadari pentingnya penelitian dalam perencanaan komunikasi, maka Maverick pun memutuskan untuk mengadakan training bagi kami, para Mavchicks dan Mavbros. Dengan mengundang Hendriyani, dosen Metode Penelitian Universitas Indonesia, Maverick pun mengadakan training tentang Metodologi Penelitian selama tiga hari.

Hendriyani membuka pelatihan dengan berkata, “Penelitian adalah kolaborasi dari creative thinking dan logical thinking.” Diam-diam kalimatnya membuat saya merinding. “Setiap saat kita harus kreatif dalam memikirkan metode apa yang akan digunakan. Dan di saat yang sama, kita juga harus berpikir bahwa metode yang digunakan sudah masuk logika,” katanya.

Menurut Hendriyani, banyak orang yang cenderung salah kaprah dalam memilih metode penelitian. Sebagian besar orang menggunakan metode yang familiar dengan dirinya. Akibatnya, hasil penelitian tidak sesuai dengan tujuan yang sudah ditetapkan. “Pada saat memilih metode penelitian, kita harus mengetahui tujuan dari penelitian yang dibuat.” Hendriyani mengingatkan kami.

Kalau boleh jujur, seringkali saya menggunakan metode yang sama berulang-ulang, untuk meneliti kasus yang berbeda. Alasannya sederhana, karena hanya metode itu yang saya tahu! Rupanya cara ini hanya akan membawa malapetaka buat saya. Bukannya mendapatkan data yang akurat, saya malah pusing dibuatnya.

Penelitian juga berkaitan dengan pencarian solusi dari sebuah masalah. Pada saat mencari jalan keluar untuk masalah perusahaan, produk, atau merek, jarang sekali terbersit dalam benak kita untuk melakukan penelitian. Alasannya? Ribet banget kalau harus pakai penelitian segala!

Banyak orang yang menganggap penelitian itu ribet. Banyak peraturan ilmiah yang harus diterapkan. Namun, di dalam training ini, penelitian jadi terlihat sederhana. Memang sih kita harus tetap mengetahui jenis penelitian, skala pengukuran, sampel, dan juga analisis data. Hal-hal tersebut memang syarat mutlak dari sebuah penelitian. Tetapi semua itu tidak sesulit teori buku, kok.

“Kita tidak perlu memahami semua jenis penelitian, skala pengukuran, metode penarikan sampel, atau metode analisis data,” kata Hendriyani di sela-sela training. “Yang penting kita memahami betul tujuan yang ingin kita capai, baru kemudian menyesuaikan metodenya dengan tujuan itu.” Mendengar komentar Hendriyani, Mavhicks dan Mavbros mengangguk-angguk tanda setuju.

Untuk membuktikan bahwa penelitian itu tidak ribet, Hendriyani pun mengajak kami untuk melakukan diskusi kelompok. Terdapat lima kelompok yang harus me-review penelitian atau survei yang pernah dilakukan oleh Maverick. Ya, kami memiliki beberapa jenis penelitian/survei seperti: Perception Audit, Technographic, atau Twiterer’ Survey. Kami juga memiliki kegiatan monitoring yang juga akan di-review dalam diskusi kelompok.

Pada saat melakukan review, kami merasakan betul bahwa kemampuan analisis data juga sangat penting. Meskipun kita sudah memahami permasalah dan menggunakan skala ukur yang tepat, tetapi jika tidak mampu ‘membaca’ hubungan antara data maka kita tidak akan sampai pada tujuan penelitiannya.

Seringkali kita menemukan banyak data ‘berharga’ pada saat melakukan penelitian. Dan seringkali pula kita merasa bahwa data tersebut harus tampil pada laporan karena berharga untuk diketahui publik. Tetapi ketika dibaca-ulang, data-data tersebut hanya berfungsi untuk meramaikan laporan saja. Ini membuat laporan penelitian menjadi tidak fokus.

Pada situasi semacam ini, kemampuan analisis data menjadi penting. Setiap data mempunyai ceritanya sendiri. Dan pada saat data-data tersebut digabungkan satu sama lain, maka akan membentuk sebuah plot yang jauh lebih menarik. Biasanya, kita sering melupakan hubungan antara satu data dengan data lainnya, sehingga laporan yang ditulis membentuk cerita tanpa plot yang jelas.

Membuat sebuah penelitian sama seperti membuat cerita. Kita membuat penokohan, merangkai konflik, dan juga menentukan plot. Tokohnya? Tentu saja kasus yang akan diteliti. Bisa jadi citra perusahaan atau hubungan yang tercipta antara produk dengan konsumennya. Jadi, bagus atau tidaknya cerita tergantung dari kemampuan kita memahami topik dan menguasai plotnya.

Training tentang penelitian ini hanya satu dari trainings yang diberikan oleh Maverick kepada kami. Begitu resmi menjadi anggota Mavchicks dan Mavbros, maka sederetan training menunggu kami. Setidaknya setiap satu bulan, dua kali kami mengikuti training yang diadakan oleh Maverick.

Dengan adanya training semacam ini, Mavchicks dan Mavbro memiliki pehaman yang lebih dalam tentang industri komunikasi dan tugasnya sebagai seorang konsultan. Begitu pula dengan training Metode Penelitian ini. Kami mendapatkan pemahaman mendalam tentang penelitian. Meskipun kami bukan seorang peneliti, kami mampu menyelesaikan masalah dengan menggunakan penelitian.

Kembali mengingat bahwa penelitian itu bukan sekadar pergi ke sebuah search engine, sekarang kami lebih memahami bahwa sebuah penelitian lebih merupakan cara berpikir kami dalam menghadapi sebuah isu yang membutuhkan pengetahuan mendalam. Agar pengetahuan tersebut tepat dan dapat diterapkan, maka harus dibuat dengan metode yang tepat pula.

Share is Caring



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>